Langsung ke konten utama

Postingan

Catatan Baca Novel Larasati Karya Pramoedya Ananta Toer

sumber: goodreads “kalau mati dengan berani; kalau hidup dengan berani. Kalau keberanian tidak ada-itulah sebabnya setiap asing bisa jajah kita.” Begitu kutipan terkenal dari novel Larasati ini. Mengajarkan kita bahwa kita harus menghadapi segala hal di depan mata kita dengan berani.   Sebaik-baiknya berani. Dalam hal apapun itu. Novel ini merekam golak revolusi Indonesia pascaprokalamasi melalui sudut pandang seorang perempuan yang berprofesi sebagai bintang film. Larasati namanya. Dari mata perempuan ini masa revolusi fisik digambarkannya dengan heroik, penuh haru, kadangkala penuh kemunafikan yang membuatku sesekali menghela napas. Larasati memandang revolusi tidak hanya sekedar perjuangan yang dilakukan oleh pemuda yang berapi-api, tetapi juga utuh dengan segenap gejolak perasaan yang menyertainya. Pram memulai kisah ini dari perjalanan Larasati dari pedalaman Yogya menuju daerah pendudukan NICA di Jakarta. Dari sana ia bertekad ingin membuktikan eksistensi diri...

MANFAAT NGOPI UNTUK ANAK PERSMA

Dari judulnya sudah kelihatan. Tulisan ini akan memaparkan beberapa manfaat ngopi dengan tujuan memprovokasi teman-teman agar suka ngopi. Bila teman-teman tidak suka diprovokasi atau tidak suka ngopi, tolong tetap luangkan waktunya sebentar untuk membaca ini, siapa tahu berubah pikiran. Hehe. Ngopi yang saya maksud di sini bukan ritual minum kopi, tapi budaya ngopi. Apa itu budaya ngopi?  Mari kita urai pelan-pelan. Budaya ngopi terdiri dari dua term, yaitu "Budaya" dan "Ngopi" Budaya dalam konteks ilmu sosiologi bisa ada karena suatu masyarakat yang hidup bersama dalam waktu yang lama. Hidup bersama dalam waktu yang lama akan memungkinkan orang-orang saling mengenal. Tak hanya itu, tapi juga saling ngobrol, bertukar pengetahuan, bertukar keterampilan, atau bertukar kebencian.  sedangkan ngopi adalah Lalu dari penjelasanmu, dimana letak kebudayaan ngopi nya? Budaya yang bagaimana ngopi yang dimiliki persma itu? Aduh, malah jadi blunder gini. Mau sok b...

TIPS MENGHADAPI STUCK SAAT MENULIS APAPUN

pernah mengalami stuck saat hendak nulis  stuck ? Bingung sendiri mau nulis apa. Artinya kamu perlu referensi. Referensi bisa didapat dari mana aja? Saya ingin berbagi tips ampuh yang sangat manjur kalau dikerjakan. Diskusi Diskusi bisa menguji landasan berpikir. Sejauh mana kita memahami apa yang kita pikirkan. Dan mendapatkan sudut pandang baru. Diskusi ini harus dilakukan dengan orang-orang terpilih. Pilih sesuai kenyamanan. Apakah itu sahabat dekatmu atau orang lain yang lebih ahli. Masing-masing memiliki kelebihan. Dengan sahabat dekatmu, diskusi akan lebih mengalir. Biasanya dengan sahabat dekat kita bebas mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran. Proses saat mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran inilah yang kadang bisa membuat pikiran kita terbuka dan membuat landasan berpikir kita lebih terasah. Orang-orang yang lebih ahli akan bisa membuatmu mendapat masukan dan sudut pandang baru. Cerita Cerita. Ceritakan gagasan tulisanmu dengan orang ...

Persma kekinian dan Teori Toynbee

Beberapa malam lalu, saya dijemput oleh Donny, wartawan jebolan Pimpinan Umum Intro tahun 2016. Malam itu di bawah rintikan gerimis dia membawa saya ke Warung Kopi Rafi depan STMIK. Di sana, kami bertemu Mahfud, alumni dari LPM Sukma yang sekarang kerja di Humas Pemprov. Akhir-akhir ini Mahfud sedang naik daun , saingan sama ulat untuk mengambil puc... eh, maksud saya dia sedang meniti popularitas di blog pribadinya. Salah satu kebiasaan saya selama gabung di pers mahasiswa (persma) adalah ngopi di warung pinggir jalan bareng kawan-kawan persma dari berbagai kampus di Banjarmasin. kebiasaan itu saya tekuni selama hampir 4 tahun pasca gabung di LPM Kinday, lantaran petuah dari senior cantik saya, sebut saja Kak Puspa. Katanya, jadi anak persma harus rajin diskusi untuk melatih daya kritis. Bukan dengan cara bikin acara gede di dalam gedung dan mengundang narasumber papan atas, tapi dengan nongkrong di warung kopi, berkumpul dengan teman-teman, bahas isu dan saling utarakan ...

Hutan Belantara

Aku lelah, sayang Ada baiknya kita pergi ke hutan belantara. Hidup di antara rimbunnya pepohonan dan gemericik air sungai Sejuknya oksigen tanpa polusi bising penyesak indera Ada baiknya kita pergi ke hutan belantara Masak sayur segar yang kita panen dari keringat kebun sendiri: Lombok, tomat, bayam, kangkung, terong, daun singkong, katuk, kacang panjang, mentimun, dan sesekali kita coba bibit tanaman baru. kita tanam sayuran organik tanpa pupuk kimia, agar sehat dan ramah lingkungan. Biar aku yang masak, Tak usah pakai MSG, Mungkin aku tak pandai menyediakan makanan enak hingga membuat lidahmu tak berhenti mencecap, Tapi akan kupastikan, setiap suap dari sendokmu akan kupilih sendiri dengan penuh hati-hati agar aman dan sehat. Aku lelah, sayang. Ada baiknya kita pergi ke hutan belantara Cukup kita saja Kamu, aku, dan kucing-kucing kecil kita yang lucu (21/4/17) Saat hujan merintik, Dan masalah hidup begitu bertumpuk-tumpuk. Aku lelah, sayang.

Tentang Menulis

 Menulis (KBBI) adalah melahirkan pikiran atau perasaan dengan tulisan. Dalam bahasa sederhana saya, menulis adalah kegiatan menyampaikan gagasan/pikiran seseorang kepada orang lain yang ia tuju dalam bentuk tulisan. Tujuan menulis agar orang yang kita tuju tahu apa yang ingin kita sampaikan dengan membaca tulisan kita. Menulis adalah berkomunikasi. Sebagai manusia, kita tentu selalu punya kebutuhan berkomunikasi dengan seseorang. Entah dalam urusan kerja, tugas kuliah, sampai minta izin mau pipis pas rapat. Pastinya ada banyak hal di kepala kita yang harus disampaikan. Ada kalanya, kita tidak mampu berkomunikasi secara lisan untuk memudahkannya kita menggunakan bahasa tertulis. Apalagi sekarang, setelah saya meneliti tanpa menggunakan metode yang bisa dipertanggungjawabkan, saya berkesimpulan bahwa orang-orang lebih suka berkomunikasi via teks di HP (untuk kalimat ini kamu boleh setuju boleh tidak) daripada meluangkan waktu bertemu langsung untuk melisankan apa yang ingin mereka...