Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label my diary

Anak Kos Pengen Hemat : Ekspektasi Vs Realita

Akhir-akhir ini saya sedang getol sekali membuka video-video maupun membaca artikel yang berhubungan dengan belajar mengelola finansial. Sebagai perempuan yang sudah berusia 23 tahun, dan sudah berencana akan menikah, tentu hasrat untuk memiliki kehidupan finansial yang sehat begitu menggebu-gebu. Satu hal yang paling melekat di kepala saya adalah, membuat daftar belanja beserta harga sebelum berangkat ke pasar atau warung. Hal tersebut setidaknya memiliki 3 manfaat penting. Pertama, tidak lupa dengan kebutuhan prioritas yang benar-benar perlu dibeli. Kedua,  menghemat pengeluaran karena menghindari tergiur membeli barang-barang lain di selain kebutuhan prioritas. Ketiga, tidak memakan waktu lama ketika berbelanja karena tidak perlu berpikir lagi ketika di warung atau pasar. Sebagai murid online, saya mencoba patuh. Apalagi membuat perencanaa adalah sebuah kesenangan tersendiri bagi saya. Entah bakat dari mana, saya sering sekali membuat corat-coret rencana tenta...

Cincin Perak

Siang ini, kulihat cincin perak melingkar di jari manismu Aku bertanya-tanya, menyibak segala kemungkinan Tentu saja aku berharap kau telah memutuskan sosok yang kau ingin habiskan hidup bersamanya dan berbahagialah selalu agar aku mampu tersenyum lepas, seperti sedia kala Itu doaku, sore ini (30/4)

Hangat Dalam Harap

Oya, setiap hari aku selalu bertanya-tanya, kapan aku ada kesempatan bicara berdua. hanya denganmu.  Kau tahu, Setiap hari saat aku sendirian selalu ada banyak hal yang ingin kuceritakan padamu. Mungkin hal-hal sepele, mungkin juga tentang keputusan-keputusan yang sangat penting bagi hidupku (dan kalau mungkin juga hidupmu). Banyak sekali pertanyaan simpanan yang tertumpuk di kepalaku.  ah, aku memang selalu merindukan momen-momen berbicara santai denganmu.   Tapi nyatanya, kesempatan yang datang itu mengingkari janjinya. Selalu. Ketika aku sudah di hadapanmu, ketika waktu sudah dipersilakan untuk kita miliki... aku kaku. Kukira bukan karena aku tak berani. Hanya saja, semua kalimat yang kumiliki menghilang.. bahkan, pertanyaan sederhana yang biasa setan bisikkan di luar kepala pun.. mereka hilang.  Dan dalam kesempatan-kesempatan itu, hanya ada aku dan kamu, dan suara yang hanya dimiliki detak jarum jam yang mengejek kebisuanku. Aku sangat sadar, ak...

Kehilangan

Apa kau pernah punya perasaan semacam ini: kau sangat dekat dengan seseorang bahkan sedekat urat nadi. Ke manapun ia pergi kau ingin mengikutinya. Saling berbagi duka dan suka. Ia selalu ada untukmu. Saat kau lelah, saat kau sedih, saat kau senang. Saat kau butuh ataupun tidak. Ia selalu ada. Kapanpun. Di manapun. Memberikan apapun yang ia punya untukmu. Hingga kau merasa ia milikmu seutuhnya. Ia mencintaimu. Pasti. Banyak sekali kata yang diungkapkan untuk menggambarkan suasana romantis ini. Seperti kasih sepanjang masa yang tak pernah padam. Kau percaya itu. Dan kau yakin, ia tidak akan meninggalkanmu. Sedetik pun. Tapi kau? Apa yang kau lakukan? Justru pergi berpetualang ke sana ke mari mencari kepuasan dirimu. Kau tidak pernah lupa. Kau selalu berusaha ada. Kau juga mencintainya. Tapi kau meninggalkannya, untuk alasan masa depan yang belum tentu ada. Dan kau selalu punya kalimat pembela dari hatimu : Tuhan meminta kita untuk berpetualang. Masa depan adalah harapan. Seperti kit...

Marah Sore-Sore

Banjarmasin, 28 Oktober 2015 Aaaaaaaaaaaa Seubelun pisan poe ayeuna teh. sebelumnya aku minta maaf kalau judulnya nggak nyambung ya. aku bingung mau ngasih judul apa, soalnya isinya juga nggak jelas. Tadi jadwal kuliah sejarah asia timur kan jam 15.45 wita, trus aku sampai di depan ruangan jam 15.40 wita waktu jam tanganku itupun kelebihan lima menit. Sesampainya di sana banyak teman-temanku yang duduk di depan ruangan. Mereka bilang, sudah tidak boleh masuk sama Asisten Dosennya. Emang, sih minggu lalu sudah disepakati untuk tepat waktu.  Tapi kami kan belum terlambat, dianya aja yang masuknya terlalu cepat. Akhirnya aku sama teman-temanku duduk di meja daging. Ketiga temanku lagi asyik selfie, aku ngelanjutin novel Dong Mu yang belum selesai kubaca. sambil berpikir, sebenarnya syukur juga sih kalau tidak boleh masuk, aku kan bisa ngelanjutin novelku. Tapi kok rasanya dongkol ya, padahal belum telat (berdasarkan jam tangan ku sama jam tangan temanku). Huft, aku pengen ...

Dialog Imajiner

Hai, sudah lama ya aku tidak membuka blog ini. Bukan karena apa-apa, hanya saja, ah, aku bahkan tak punya alasan apapun untuk memberitahumu kenapa aku lama tak mengiisi blog ini lagi. Lagi pula aku tak perrnah mengelola blog ini dengan serius sebelumnya, bukan? Jadi aku yakin kau tak pernah merasa kehilanganku selama ini. Nah kan, apa juga kubilang, sudah ku duga. Kabar mereka? Ciceu ngambil akuntansi di Unigal, Teh Dini, Vidi, sama Opik ngambil pertanian di Unigal juga. Kalo Rohim entah ngambil pertanian atau bahasa inggris. Di Unigal juga. Nchy ngajar di Pasawahan sambil UT jurusan bahasa Inggris. Mereka hebat-hebat beneran. Teh Giwang dengan segala aktivitas dan karyanya. Redi udah ke jepang ikut program dari kampusnya. Eh, diaa dulu yang ngajarin aku bikin blog. Aku? Malu ah. Yang lain udah punya urusan masing-masing. Lia udah punya anak. Perempuan, namanya Keyla. Okeh. Biar kuberitahu, sekarang aku sudah (jadi) mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah tingkat II di Univer...