Langsung ke konten utama

REVOLUSI BELUM MATI Surat-surat Malam Rahmat Jabaril hal. 11

Pada kawan yang masih tersisa
Dari politik konspirasi
Selintas kisah di malam Simpang Dago

Dari relung Simpang Dago para moyang das bujang.
menyedot susu strawberry ! tanpa ragu menuju pulang... Hilang di pintu mallboro dan Star Mild serta sabun Lux, lalu selangkangan gedung Mc. Donald's mengemih nafas anak bawang dari suatu generasi yang terus berpeluh pada arus globalisasi. Tetapi di sisi lain, kawanku Kesatria Pembela tanah Air, terus berdendang tanpa ragu, berbicara mengenai transisi demokrasi "Rakyat Pasti Menang!" sambil mulutnya mengunyah indomie rebus, tangan kanannya mengepalkan emosi dan tangan kirinya memegang amplop, luluh tak berdaya, lalu matanya menatap jauh ke arahku sambil menuding "kau komunis! kau telah ditipu oleh petualang! Jangan bodoh! Jadilah seniman sejati!"

Pada kawan yang masih tersisa dari politik konspirasi orba, aku menyebutkan ilustrasi di atas adalah salah satu pengalaman pahit dari sebuah keyakinan atas perjanjian lama pada dunia pergerakan untuk pembebasan ! sebut saja Sigmun Freud mengatakannya. Hal ini disebutkan si Zophrenia, sebab dua bahasa yang muncul-dimunculkan secra hiperbola! Reformasi pada permukaanku di sebutkan bahwa harus ada perubahan politik dan ekonomi kerakyatan, sedang lidahnya menjulur meyakinkanku dan tubuhnya tampak bergestur, bagaikan tamtama yang siap bertempur. Sedangkan mulutnya bau alkohol, lalu di sakunya HP berdering mengisyaratkan pertemuan di lain tempat.

Aku masih meyakini kekuatanku dari tusukan khianat kawan! walau pengawasan feodalisme berbentuk lain terus begitu kuat pada Baliho dan spanduk Produk kapitalisme, tetapi revolusi subuh masih dilakukan oleh ibu-ibu dan bapaknya ke pasar Simpang, bersemangat ,mendorong roda. memikul sayur-sayuran dan rempah-rempah. percikan bermartabat itu membuat aku terus menatap jauh ke langit timur yang membawa matahari ke arah pergolakan jiwayang di buru kerinduan pada kebebasan manusia yang bermartabat.

jadi pada kawan yang masih tersisa dari politik konspirasi orba, aku menyebutkannya dari kesaksian malam ini, tiada lain: setajam peluru berlapis baja menembus dada. Wiji Tukul mengatakan: Lawan !"

Simpang Dago,
18 juni 2002
Gerbong Bawah Tanah.

RAHMAT JABARIL

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Buku DASAR-DASAR EVALUASI PENDIDIKAN edisi 2 Prof. Dr. Suharsimi Arikunto BAB I- IV

BAB I PENDAHULUAN 1.       Pengertian Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi Evaluasi, Pengukuran, dan Penilaian merupakan tiga istilah yang berbeda meski sering diartikan sama tergantung saat penggunaannya. a.        Mengukur (measurement) adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif. Ukuran sendiri mempunyai dua macam, yakni ukuran yang terstandar (seperti meter, kilogram, dsb. ) dan ukuran tidak terstandar (depa, jengkal, langkah, dsb.) b.        Menilai (evaluation) adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif. Penilaian dilakukan setelah mengukur. c.        Evaluasi meliputi dua langkah di atas, yakni mengukur dan menilai. 2.       Penilaian Pendidikan Evaluasi adalahh proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal ...

naskah drama kelas XI smk pasawahan oleh nurdhianti

w   Ringkasan Cerita : Permasalahan di dunia pendidikan seringkali terjadi tanpa kita sadari, atau mungkin kita menyadarinya namun kita ( pendidik maupun yang dididik) tidak mampu  mengendalikannya. Dimulai dari hal-hal kecil seperti peraturan yang tidak sesuai dengan siswa, hubungan antar murid dengan teman sebaya, murid dengan guru, maupun guru dengan murid. Sekolah adalah tempat untuk mengembangkan karakter murid, karena sekolah adalah  rumah kedua setelah rumah orang tua. Enam hari dalam seminggu, kita selalu berada di lingkungan sekolah. Berinteraksi dengan teman sekelas, dengan guru yang mengajar adalah makanan sehari-hari untuk menentukan bagaimana cara kita menghadapi orang lain, entah itu yang tua, ataupun sepantaran. Sekolah bisa diumpamakan dengan laboratorium hidup tempat melakukan berbagai eksperimen kehidupan. Banyak masalah-masalah yang cara menyikapinya adalah embrio dari karakter kita.  Drama ini mengisahkan tentang berbagai permasalahan umum yang t...

BIOGRAFI TOKOH YANG TERLIBAT DALAM PERUMUSAN TEKS PROKLAMASI 17 MEI 1949 DI KECAMATAN TELAGA LANGSAT, KANDANGAN

1.       BIOGRAFI H. ABERANI SULAIMAN H. Aberani Sulaiman (HAS) lahir pada tanggal 3 Agustus 1925 di Kecamatan Batang Alai Selatan, Kab. HST. Ia meninggal di Banjarmasin tanggal 4 Desember 2001. Di dalam perjalanan hidupnya, HAS sangat mempunyai keterlibatan daam perang perjuangan kemerdekaan Kalimantan Selatan. Tidak begitu banyak bahan yang penulis temukan. Pada Mei 1947, HAS memimpin pertempuran di Hambawang, Pulasan yang terletak di Kampung Telang Kecamatan Batang Alai Utara, HST. Bersama 12 pejuang lainnya melawan militer Belanda. Hambawang Pulasan merupakan kawasan jalur padat transportasi dari Barabai ke Batu Mandi-Paringin, sehingga kawasan ini sering dijadikan daerah penghadangan patroli Belanda. Pertempuran ini merupakan pencegatan para pejuang terhadap militer Belanda yang memanfaatkan jalan tersebut untuk baik mengangkut makanan maupun mensuplai pasukan dan persenjataan. Pertempuran ini menewaskan 48 orang Belanda san satu pejuang gugur yait...