Banjarmasin, 28 Oktober 2015
Aaaaaaaaaaaa
Seubelun pisan poe ayeuna teh.
sebelumnya aku minta maaf kalau judulnya nggak nyambung ya. aku bingung mau ngasih judul apa, soalnya isinya juga nggak jelas.
Tadi jadwal kuliah sejarah asia
timur kan jam 15.45 wita, trus aku sampai di depan ruangan jam 15.40 wita waktu
jam tanganku itupun kelebihan lima menit. Sesampainya di sana banyak
teman-temanku yang duduk di depan ruangan. Mereka bilang, sudah tidak boleh
masuk sama Asisten Dosennya. Emang, sih minggu lalu sudah disepakati untuk
tepat waktu. Tapi kami kan belum
terlambat, dianya aja yang masuknya terlalu cepat.
Akhirnya aku sama teman-temanku
duduk di meja daging. Ketiga temanku lagi asyik selfie, aku ngelanjutin novel
Dong Mu yang belum selesai kubaca. sambil berpikir, sebenarnya syukur juga sih
kalau tidak boleh masuk, aku kan bisa ngelanjutin novelku. Tapi kok rasanya
dongkol ya, padahal belum telat (berdasarkan jam tangan ku sama jam tangan
temanku). Huft, aku pengen aja masuk sambil membel diri, tapi males juga. Males
menimbulkan kekacauan.
Setelah beberapa saat kami duduk
di luar, aku melihat asdosnya berjalan dari arah lain. Aku nggak tau kapan dia
keluar dari kelas. Mungkin aku terlalu asyik sama buku dan pikiranku.
Kami diperbolehkan masuk. Awalnya
males masuk, tapi yaudahlah aku masuk aja. Sesampainya di kelas, asdosnya
marah-marah. Aku duduk di pojok belakang. Sambil tetep pegang novel dan
sesekali sambil baca. Beberapa temanku masih ada di depan sedang presentasi.
Sambil dengerin asdosku itu
marah-marah. Dia bilang ini lah, itulah. Ia juga menyebutkan kalimat-kalimat
ketidaksukaan tentangnya yang teman-temanku bicarakan dibelakangnya. Emang, sih
beberapa diantaranya aku juga yang bilang. Tapi kan nggak semuanya aku yang
bilang. Bagian-bagian yang ekstrim nya bukan aku.
Ya, namanya orang hidup di lingkungan
masyarakat pastilah ada ketidaksukaan. Tapi kalau menyampaikan ketidaksukaan
itu lewat marah-marah kan aku Cuma bisa senyum-senyum. Apalagi aku
ditunjuk-tunjuk juga. Rasanya semua kekacauan itu kok aku yang menyebabkan. Maklum,
aku memang baper. I know it.
Ngadepin orang marah-marah, aku Cuma
bisa tersenyum. Aku nggak tau kenapa bisa gitu. Dari dulu dah. Pengen ngomong
nggak dikasih kesempatan untuk bela
diri.
Maap ya,
nulisnya tergesa-gesa. Udah mau maghrib. Aku harus pulang ke Handil Bakti. Tadi
langsung mampir ke LPM Kinday soalnya.
ya udah. aku posting, off, update status, pulang deeehhhh.
Komentar
Posting Komentar